Cerpen CINTA 12 01

Oleh : Yoga Puspita Ningrum


Namaku Rezki Febriandari, umurku 15 tahun, aku duduk di kelas XI SMA ternama di Jakarta.
    Aku mempunyai teman, sebut saja Dinda. Dia tinggal di sebelah rumah nenekku, tapi kita beda sekolah, dia juga mempunyai banyak teman cowok.
    Suatu ketika aku dikenalkan oleh Dinda kepada temannya itu, katanya si namanya Dimas, Dimas satu sekolah dengan Dinda.
“Hai Rez… Gue  punya temen cowok nih, katanya mau kenalan sama loe?”
“Siapa Dind…?”
“Dimas, temen sekolahku, yang pasti orangnya baik seperti kriteria loe itu…”
“Haha.. Ya udah kasih aja no. gue…”
“Oke bray.. bentar lagi dia sms loe…”
    Beberapa saat kemudian Dimas sms aku.
“Rezki Febriandari  “
“Iya, ini siapa ya…?”
“Ini aku Dimas, temennya Dinda.”
“Oh yaya Dimas ya..?”
    Dimas bertanya-tanya padaku, seperti sekolah, kelas, kesukaan…
    Dimas pin setiap hari sms aku, dia kasih perhatian lebih padaku. Aku piker perhatian Dimas hanya sebatas teman saja.
    Malam itu Dimas menelponku,
“Hallo…?”
“Iya hallo, kenapa? Tumben telpon, hehe…?”
“Engga,  pengin denger suara kamu aja.”
“Haha kamu itu…”
    Kami berbicara semakin dekat dengan hati Dimas mengungkapkan isi hatinya padaku.
“Kalau aku cinta sama kamu gimana, kamu mau ngga jadi pacarku…?”
“Emm.. ngga usah bercanda lah, entar pacar kamu marah tuh!” (sebenernya sih aku tau kalo Dimas itu jomblo)
“Aku serius Rez… entah kenapa aku kepikiran kamu terus Rez.. lagian aku udah lama jomblo.”
Aku terdiam sejenak, aku bingung mau jawab apa, jujur aku ngga ada perasaan apa-apa, apalagi perasaan cinta. Tanpa basa-basi aku langsung menolak Dimas.
“Maaf ya Di.. aku ngga ada perasaan cinta, aku ingin kita berteman saja.”
“Tapi Rez aku benar-benar cinta sama kamu, walaupun aku belum pernah ketemu, percaya lah Rez aku ngga bakal nyakitin kamu.”
    Dimas terus berusaha dan memohon kepadaku, aku pun semakin bingung. Aku ngga mau menyakiti hati temanku ini.
“Tuhan…? Tolong aku jawaban apa yang harus aku berikan pada Dimas” Aku sambil berdo’a dalam hati.
Setelah berfikir cukup lama aku memberi jawaban.
“Ya, aku mau jadi pacar kamu Di…”
“Serius Rez..?”
“Iya Dimas aku akan mencobanya siapa tau aku ada perasaan cinta sama kamu.”
“Terima kasih Tuhan, Terima kasih Rezki saying.”
Sepertinya Dimas merasa sangat bahagia setelah aku menerima cintanya itu.
    Pagi pun tiba, Dimas sudah menyambutku dengan sms-nya “Rezki sayang” tapi aku hanya membalas “Juga” aku merasa canggung untuk menulis kata sayang, tapi Dimas pun engga marah, mungkin dia memahami perasaanku ini.
    Tanggal 12 Januari 2013, hari ini adalah hari kelahiranku yang ke -16 tahun. Tepatnya pukul 00.01 WIB Dimas mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Dimas orang pertama yang mengucapkan selamat kepadaku.
    Pukul 07.30 aku sampai di sekolah, baru saja sampai di parkiran aku sudah disambut ucapan selamat dari teman-temanku. Berbagai kejutan telah disiapkan oleh teman-temanku, diantaranya, tepung terigu yang akan dilemparkan kearahku, untungnya aku langsung menghindar, memang mereka benar-benar jahil.
     Hari mulai senja, aku langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Setelah mandi, aku sudah ditunggu oleh temanku yang bernama Putri. Dima meminta tolong kepadaku untuk mengantarkanya ke rumah kakaknya.
“Rez anterin aku yuk?”
“Kemana?”
“Kerumah kakakku”
“Tapi kan ini hamper maghrib?”
“Udah tenang aja, Cuma sebentar kok.”
    Aku pun menghantarkan Putri. Ditengah jalan aku sudah dihadang oleh Dinda, Dyput dan seorang cowok yang mirip Dimas. Aku dilumuri tepung terigu, telor dan lumpur.
“Happy birthday Rezki Febriandari!!!”
    Suara mereka terdengar keras ditelingaku, “Arrgghh… Kalian ini, aku kan udah mandi, jorok tau!”
    Mereka tak menghiraukan ucapanku itu dan tak henti hentinya ngerjain aku sampai baju yang dikenakanku sobek. Aku bertanya-dalam hati siapakah cowok yang mirip sama Dimas ini.
“Apakah ini Dimas?”
Dyput langsung berbicara kepadaku,
“Cie cie Rezki senengnya bias ngrayain sama pacar baru…”
“Haaaa… apaan si Dyi?”
    Dalam hati aku berbicara “Ya ampun jadi cowok ini adalah Dimas?”
Dimas juga mengucapkan langsung kepadaku sambil memberi sebuah kotak berwarna merah, bergambar love, dia menatapku ke mataku.
“Rezki happy birthday ya, semoga diumur 16 tahun ini, bias semakin dewasa and wish you all the best.”
Jantungku berdetak kencang, aku tak kuasa menatap matanya dan rasanya mulutku susah untuk berbicara tapi aku harus menjawabnya.
“Iya Di, makasih ya…”
“Oh ya ini ada sesuatu buat kamu, tolong diterima ya…”
“Apaan Di…?”
“Dibuka aja Rez…?”
    Aku langsung membuka bungkusan itu, tenyata isinya sebuah boneka Teddy Bear berwarna pink, so sweet banget.
“Ya ampun, makasih banget ya Di, udah repot-repot dateng kesini.”
“Ngga papa kali Rez, namanya juga sama pacar, hehe..”
    Disaat itulah mulai memiliki rasa cinta kepada Dimas.
“Tuhan… ini adalah kado yang paling indah dihidupku…”
“Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan seorang Dimas yang saat ini resmi menjadi kekasihku…”
    8 bulan sudah aku lewati hari-hariku dengan Dimas, rasa cintaku semakin besar. Satu per satu problem dalam hubungan kami mulai muncul, tapi kami bisa menyelesaikannya. Aku berharap hubungan ini bisa langgeng, karena aku ngga mau kehilangan Dimas.

TAMAT……

Komentar